Kamis, 26 Juni 2014

Kelembaman Sebagai Acuan Sebuah Perubahan



By NORMAYANTI
Hukum Newton 1 atau Hukum Kelembaman bisa membuat kita lebih mengerti apa yang akan kita ambil untuk masa depan dari sebuah Hukum yang tidak akan berpengaruh apa-apa tanpa kita berpikir. Maka berpikirlah Karena Allah SWT. mencintai orang yang berpikir. Berpikirlah untuk setiap momen yang kita temui.
Hukum kelembaman adalah yang terjadi pada benda yang cenderung mempertahankan posisinya atau dengan kata lain sifat kemalasan benda untuk mengubah kedudukannya. Dipengaruhi oleh massa benda, bila massa benda berat benda akan lebih sukar bergerak.
Banyak orang yang tidak mengerti bagaimana hidupnya akan berjalan kedepan. Karena setiap mereka memulai melangkah maka usaha mereka itu gagal. Bahkan tidak sedikit dari mereka berhenti untuk memulai dan hanya mengikuti langkah seperti ikan yang mengikuti air mengalir, maka ikan itu seperti mati. Mereka tidak menyadari bahwa pemenang itu telah jatuh barkali-kali baru ia bisa menjadi pemenang.
Yang sangat kritisnya, bahkan mereka sudah nyaman dengan kehidupan mereka yang biasa saja tanpa ada jalan yang berliku dan bukit-bukit terjal, tanpa ada pelangi dibalik badai. Seharusnya mereka keluar dan melihat dunia luar sebab diluar ada sesuatu yang belum mereka dapatkan, tapi mereka sudah takut untuk keluar karena mereka beranggapan bahwa di dunia luar banyak binatang buas yang akan memakan mereka dan melenyapkan kehidupna mereka yang saat ini mereka jalani dan di luar sana adalah daerah yang gersang tanpa kehidupan yang dapat dinegoisasi.
Dalam sebuah forum saya mendengar sebuah kata-kata, “biar mereka menjadi bunga mawar, bunga melati yang beremkaran indah. Dan kita hanya bunga kaktus yang bisa dikatakan bukan bunga karena hanya batang yang berduri, tapi tahukah hanya kaktus yang bisa hidup di gurun pasir yang panas kerontang”.
Bila kita telah keluar dari zona kenyamanan maka kita akan memaksakan diri untuk bisa bertahan hidup di daerah yang belum kita kenal dan mungkin itu memakan proses yang cukup lama. Karena mencapai sesuatu butuh pengorbanan dan ketekunan.
Sebelum kita keluar untuk menjemput masa depan, yang pertama kita harus sadar akan kenyataan, jangan menunda-nunda pekerjaan yang harus segera kita selesaikan. Kita tahu bahwa kita tidak mampu untuk memulai sendiri sebuah proses kedepan maka kita membutuhkan orang yang bisa menjadi mentor atau pendorong kita untuk tetap bersemangat.
Dalam hal ini kita membutuhkan gaya untuk menggerakkan benda yang diam, maka kita butuh bantuan untuk bergerak.
Jika ada seorang yang sukses menuliskan kesuksesan besar yang selama 15 tahun ia lakukan dalam sebuah buku yang dijual dengan harga Rp. 45.000; kemudian kita membacanya maka kita bisa mengambil manfaat dari buku itu hanya dengan waktu yang singkat, dan itu bisa membuat kita lebih termotivasi untuk berubah dan bergerak. Maka  seorang yang berpengalam bisa  mendorong kita untuk lebih termotivasi melakukan yang lebih membuat keberhasilan kita cepat tercapai.
Hukum newton 1 atau bisa disebut hukum kelembaman dengan kata lain sifat kemalasan benda untuk mengubah posisinya. Dengan kebiasaan hidup yang telah berlangsung lama dalam hidup kita tak akan mudah kita untuk mengubahnya, karena kita telah nyaman dengan hari-hari yang seperti itu. Kita membutuhkan usaha yang besar untuk mengubah waktu yang berlahan-lahan namun pasti untuk mengubahnya sempurna seperti target yang telah kita buat.
Dalam sebuah contoh, saya pernah melihat selembar kertas yang diatasnya diletakkan sebotol minuman, saat kita menarik kertas itu dengan kekuatan dan kecepatan yang besar maka benda itu tidak akan berubah tempat. Namun bila kita menarik kertas itu secara berlahan-lahan maka kita akan melihat proses botol minuman yang bergerak mengikuti gerak kertas yang kita tarik.
Bisa kita terapkan dalam mengubah kebiasaan buruk kita untuk menjadi kebiasaan yang lebih tertata.
Ingat dorongan itu bukan hanya dari orang yang sangat berpangaruh untuk kita, namun dorongan (gaya) yang abadinya berasal dari dalam diri kita yang dalam. Karena didalam jiwa kita yang terdalam, terdapat suatu kekuatan Yang Maha Tinggi, yang merupakan sumber dari segala sumber energy. Kekuatan ini tidak pernah tidur dan dapat diakses 24 jam.
Massa benda juga berpengaruh pada hukum Kelembaman. Bila massa benda berat akan mempersulit benda itu bergerak dan butuh gaya yang lebih besar untuk menggerakkannya. Dalam diri kita ada sifat ego. Sifat itu bisa membuat kita sulit untuk menerima pendapat orang lain. Karena sifat egois yang terlalu besar bisa membuat kita tidak terbuka pada apa yang seharusnya kita lakukan.
Massa bisa di samakan dengan sifat egois. Terkadang kita terguh pada pendirian kita yang salah dan kita sulit untuk menerima pendapat dari orang yang lebih memahami permasalahan kita.
Dalam mencapai sesuatu kesuksesan yang besar kita harus bersikap tawadhu, Al- Fudhail ditanyai orang tentang arti tawadhu, ia menjawab,”Kita tunduk pada kebenaran, meskipun kebenaran itu disampaikan anak kecil atau yang tidak pandai”. Dari itu kita harus lebih bisa terbuka bila yang disampaikan orang itu adalah suatu yang lebih benar.
Benda yang diam kemudian bergerak karena adanya gaya yang bekerja pada benda itu. Dan pastinya ada gaya gesekan pula yang terjadi di antara benda dan lantai. Itu yang disebut ujian atau halangan.
Dalam sebuah perjalanan pasti jalan itu ada yang rusak penuh dengan krikil tajam, ada yang berkelok-kelok, ada yang naik turun perbukitan. Itu semua sudah menjadi takdir dalam setiap perjalanan bila tidak ada semua itu maka kita tidak akan merasakan manisnya buah.
Ingatlah untuk selalu berprasangka baik dalam setiap melewati jalan itu. Berprasangka baik pada yang telah mengatur semua ini.
Hukum pikiran mengatakan, pikiran bawah sadar bereakri terhadap pikiran yang dominan dan sugesti yang disampaikan oleh pikiran sadar. Di dalam kebencian, terkandung suatu pikiran atau maksud kita yang tersembunyi. Dan jika maksud tersembunyi ini pikiran sadar kita maka bawah sadar kita akan merealisasikan maksud terssembunyi ini, karena inilah yang dominan, yang memenuhi pikiran kita sehari-hari.
Di saat kita terjatuh maka ingatlah bahwa ini hanya belokan bukan jalan buntu. Maka bangunlah dan katakan pada dunia,” Aku siap!”.